Flu Babi (H1 N1)

April 30, 2009

flu babi.jpgAkhir-akhir ini banyak diberitakan mengenai serangan baru dari varian virus H N. Setelah sebelumnya kita merasa was-was dengan penyebaran Flu Burung [H5N1], sekarang kita dihadapkan lagi dengan varian yang lainnya, Flu Babi [H1N1]. Awal mulanya merebak di Negara Mexico lalu menyebar hingga AS, Canada, Israel, Eropa, Australia, hingga Selandia Baru. Untuk di Indonesia belum ditemukan warga yang terjangkit virus flu babi. Bahkan WHO telah meningkatkan level peringatan pandemi ke level 6. Ini berarti kemampuan penularan virus ini dari manusia ke manusia sangat cepat. Untuk itu kita mesti meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran virus ini. Lantas bagaimana gejala-gejala orang yang terserang Flu Babi?

Ada beberapa ciri yang menjadi gejala bahwa seseorang telah terjangkit Virus H1N1 antara lain :

1. Demam tinggi lebih dari 37,7 derajat celcius
2. Batuk-batuk
3. Terasa nyeri pada otot
4. Sakit Tenggorokan
5. Lesu yang terasa seperti kelelahan yang berlebihan
6. Sesak napas yang terkadang disertai dengan mual dan diare

Keadaan ini tentunya terasa seperti flu biasa. Tapi kita mesti waspada dengan penyebaran virus ini. Flu Babi atau disebut juga Swine Flu [H1N1] secara umum memang mirip dengan influenza biasa. Gejala-gejalanya pun seperti gejala flu biasa. Tapi bukan berarti kita menganggap sepele hal ini. Ada baiknya bila kita terserang flu dengan ciri-ciri seperti di atas, secepatnya kita periksa ke dokter. Virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A.

Penularan virus ini biasanya lewat udara atau melalui kontak langsung dengan penderita. Bisa juga lewat kontak dengan babi yang telah terjangkit. Masa inkubasi virus H1N1 antara 3 - 5 hari. Penyebaran virus ini lebih cepat daripada virus flu burung.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi resiko terserang flu babi. Beberapa langkah pencegahan flu babi ini dikeluarkan oleh Working Group ASEAN for One Health, berikut tipsnya :

1. Cuci tangan Anda sesering mungkin.
Mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan Anda setelah dicuci. Jika tidak ada air, Anda mungkin bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol.

2. Hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut.
Virus influenza sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontaminasi oleh kuman, kemudian bersentuhan dengan mata, hidung atau mulutnya.

3. Hindari kontak terlalu dekat.
Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Untuk sementara, hindari berjabat tangan, serta ciuman dengan orang di wilayah yang dilaporkan terserang wabah influenza.

4. Tinggallah di rumah jika sedang sakit.
Jika mungkin, tinggallah di rumah dan hindari pusat-pusat keramaian, jika Anda sedang sakit. Anda akan membantu mencegah orang lain dari kemungkinan tertular oleh penyakit Anda.

5. Gunakan penutup hidung dan mulut.
Gunakan sapu tangan atau tisu ketika Anda sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak punya tisu, gunakan lengan baju bagian depan, jangan pakai telapak tangan. Buanglah tisu di tempat sampah.

6. Tetaplah menjaga jarak.
Jika anda sedang sakit, jagalah jarak dengan orang lain untuk melindungi mereka agar tidak ikut terserang sakit.

7. Terapkan gaya hidup sehat.
Pikirkan ulang untuk merokok, istirahat atau tidur yang cukup, olahraga secara rutin sehingga tubuh bisa aktif, mengelola tingkat stress, meminum air banyak-banyak, memakan makanan bernutrisi.

8. Konsultasi dengan dokter jika anda sakit.
Datanglah ke pusat layanan kesehatan atau dokter jika ada tanda-tanda gejala Anda sedang sakit, seperti susah bernafas, pikiran sedang kacau, dan muntah-muntah.

9. Tunda perjalanan jika sedang sakit.
Jika Anda sedang sakit, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau alat transportasi lainnya. Jika Anda terpaksa harus terbang ke negara yang terserang flu Babi, kemudian Anda merasa sakit setelah kembali, maka Anda secepatnya harus konsultasi ke dokter.

10. Ikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan lokal.
Anda perlu tetap mengikuti perkembangan situasi terkini dari wabah influenza dan saran-saran yang disampaikan oleh otoritas kesehatan lokal.

Itu beberapa tips yang dapat kita praktekan secara langsung. Umumnya virus flu babi hanya berkembang di negara dengan 4 musim. Tapi tidak menutup kemungkinan virus ini bisa berkembang di daerah tropis. Apalagi virus sangat mudah mengalami mutasi. (*bb/hti)

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

4 comments:

kakve-santi.blogspot.com mengatakan...

takut ma babi,..

Eddie mengatakan...

Wah babi dah bikin perkembangan yang signifikan ya......!!

hebat bener nih para titisannya cut pat kei...

:)) :)) :))

lulussutopo mengatakan...

Kita harus waspada..thd Flu babi ini....
Mampir juga ke Blogku ya...

bliyanbayem mengatakan...

@kakve : hihihihihi..... nggak gigit kok mas. :x :x

@Edie : wakaakaka... bisa aja nih sob. :-j :-j

@lulus sutopo : yep, bener banget mas.

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.