Gejala Dan Pencegahan Rabies

November 20, 2009

Rabies.jpgAkhir-kahir ini kembali marak kasus rabies di Bali. Beberapa kasus bahkan sudah ada korban yang meninggal. Daerah yang paling banyak kasusnya adalah di Kota Denpasar dan sekitarnya (padahal sejak tahun 1999 Bali sudah dinyatakan bebas penyakit Rabies). Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit rabies sangat tinggi dan hampir 100 % korban rabies meninggal dunia. Untuk itu perlu banyak sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya penyakit ini.

Rabies (Penyakit Anjing Gila) adalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penularan penyakit ini oleh gigitan binatang terutama anjing, kucing, dan kera (di luar negeri ada beberapa kasus oleh gigitan kelelawar). Ini karena sifatnya yang zoonosis artinya dapat menular dari hewab ke manusia.

Virus rabies yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan hewan penular, kebanyakan anjing, akan berkembang di otot sekitar gigitan, kemudian menyerang susunan syaraf tepi lalu bergerak ke otak. Setelah sampai di otak, virus yang termasuk ke dalam famili Rhabdovirus dan genus Lyssa virus itu, akan menyebar ke jaringan-jaringan lain secara cepat sehingga kebanyakan korban tak menyadarinya.

GEJALA KLINIS

Gejala-gejala rabies pada hewan ada dua :
  1. Rabies Ganas
    • Pada anjing, dari ramah menjadi penakut dan tidak menurut lagi pada tuannya.
    • Selalu bersembunya di tempat gelap dan dingin.
    • Nafsu makan berkurang.
    • Suara menjadi parau.
    • Memakan benda-benda asing, batu, kayu, dsb.
    • Ekornya ada diantara kedua pahanya.
    • Menyerang dan mengigit siapa saja (menjadi lebih agresif).
    • Kejang yang disusul dengan kelumpuhan.
    • Biasanya akan mati 4-5 hari setelah timbul gejala pertama.
  2. Rabies Tenang
    • Pada jenis ini, kejang-kejang berlangsung singkat dan sangat jarang terlihat.
    • Kelumpuhan sangat menonjol pada rabies jenis ini.
    • Tidak dapat menelan.
    • Mulut terbuka dan air liur keluar terus-menerus, disusul kematian dalam waktu singkat.
Gejala-gejala rabies pada manusia dibagi menjadi empat stadium :
  1. Stadium Prodromal
    • Tidak khas seperti gejala sakit biasa seperti, demam, sakit kepala, malaise, anoreksia, nausea, mual dan rasa nyeri ditenggorokan selama beberapa hari, dsb.
  2. Stadium Sensoris
    • Biasanya terasa nyeri di daerah bekas gigitan, paraesthesia, panas, gugup, anxietas. Kemudian disusul dengan gejala cemas, dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensorik.
  3. Stadium Eksitasi
    • Tonus otot-otot dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperhidrosis, hipersalivasi, hiperlakrimasi dan pupil dilatasi.
    • Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya, yang sangat khas pada stadium ini ialah adanya macam-macam phobi, yang sangat terkenal diantaranya ialah hidrofobi (takut dengan air).
    • Kontraksi otot-otot Faring dan otot-otot pernapasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsang sensorik seperti meniupkan udara kemuka penderita atau dengan menjatuhkan sinar kemata atau dengan menepuk tangan didekat telinga penderita.
    • Pada stadium ini dapat terjadi apnoe, sianosis, konvulsa da tahikardi. Tindak-tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal disertai dengan saat-saat responsif.
    • Gejala-gejala eksitasi ini dapat terus berlangsung sampai penderita meninggal, tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemah, hingga terjadi paresis flaksid otot-otot.
  4. Stadium Paralitic
    • Sebagian besar penderita rabies meninggal dalam stadium eksitasi. Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi, melainkan paresis otot-otot yang bersifat progresif. Hal ini karena gangguan sumsum tulang belakang, yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot pernafasan.

PENANGANAN LUKA GIGITAN

Setiap luka gigitan oleh hewan yang tertular penyakit rabies harus segera diambil tindakan yang efektif karena penyebaran virus yang cepat. usaha yang paling efektif untuk mengurangi/mematikan virus rabies ialah mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10-15 menit, kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain).

Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi. Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitannya jahitan situasi), maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis, yang disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya disuntikan secara intra muskuler. Disamping itu harus dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian serum/vaksin anti tetanus, anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik.

PENCEGAHAN PENULARAN RABIES

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengambil beberapa langkah sederhana, yang tercantum di bawah ini :
  • Pastikan bahwa Anda vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan. Dalam beberapa tahun terakhir, rabies pada kucing telah melampaui jumlah kasus rabies pada anjing. Oleh karena itu, mencari tahu dari departemen kesehatan setempat apakah mereka mempunyai klinik vaksinasi untuk kucing dan anjing. Atau yang lain, Anda dapat meminta dokter hewan Anda memberi vaksin kepada hewan peliharaan Anda.
  • Pastikan Anda tidak membiarkan hewan peliharaan anda untuk menjalankan longgar. Ini akan membantu untuk menjauhkan mereka dari binatang liar, yang bisa menjadi potensi pembawa rabies.
  • Jika Anda hewan peliharaan telah digigit oleh binatang liar, pastikan Anda memberitahukan departemen kesehatan setempat dan pengendalian hewan segera.
  • Jika Anda melihat binatang liar di daerah Anda, pastikan Anda memberitahukan departemen kesehatan sehingga petugas pengendali binatang dapat memeriksa hal.
  • Pernah makan binatang liar, terutama yang tampak agresif atau sakit.
  • Jika hewan liar seperti kelelawar, rakun, rubah, sigung atau Groundhog menggigit orang atau binatang peliharaan, maka harus segera meletakkan. Kemudian kepala binatang itu harus diserahkan kepada negara untuk pemeriksaan laboratorium pengujian. Vaksinasi rabies akan tergantung pada hasil pemeriksaan.
  • Jika hewan peliharaan Anda jatuh sakit setelah digigit anjing liar atau hewan liar, pastikan Anda segera bawa ke dokter hewan Anda.
Nah, itu sedikit info dari saya, semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat sekalian. Juga untuk sedikit menambah ilmu dan pengetahuan. Siapa tahu nanti ada kasus seperti ini di lingkungan anda, setidaknya kita sudah tahu sedikit tentang gejala-gejala dan pencegahan terhadap penyakit ini. Terima kasih!(*bb/mdc)

Referensi :
* http://www.antaranews.com/berita/1256562409/waspadai-rabies
* http://dewabenny.com/2009/04/23/penatalaksanaan-gigitan-hewan-mencegah-rabies/
* http://www.scumdoctor.com/Indonesian/research/2009/august/How-Can-You-Prevent-Rabies.html

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

27 comments:

www.sampara.com mengatakan...

Nice blog sobat, lanjutkan perjuangannya

asep canda mengatakan...

makasih ya tipnya sob berguna banget buat aku

Mas acrom mengatakan...

Tips yang bagus mas...tp shoutmixnya qok gak ada ya...

Muchlisin mengatakan...

Alhamdulillah, dapat ilmu kesehatan di sini. Terima kasih

S-Parenting mengatakan...

Usefull for our health

Lulus Sutopo mengatakan...

Artikel yang bagus...
Sukses selalu...

narti mengatakan...

artikel yg sangat bermanfaat nih, makasih sudah berbagi.

sda mengatakan...

lengkap sekali artikelnya, TFS.

ipin mengatakan...

wes wes mantap broo infonya nih trms bro....

heru mengatakan...

keren nich sobat, nice tips

NURA mengatakan...

salam sobat
trims infonya
pencegahan penularan rabies ini..
saya jadi tahu cara mencegahnya.

rumah blogger mengatakan...

waktu kecil saya pernah digigit sama anjing mas, tapi alhamdulillah enggak apa2 sampai sekarang...

sabirinnet mengatakan...

ngeri juga kang ya, kalo udah kena rabies itu..hiiii

alkatro mengatakan...

great tips..
wuih.. serem banget ya.. kabuurrr :)

asep canda mengatakan...

di tunggu postingan selanjutnya ya sob

alkatro mengatakan...

balik lagi sobat... link banner sobat sudah saya pasang; silahkan klik link diatas.. permisi belih :)

bliyanbayem mengatakan...

@www.sampara.com : hehehe... makasih mas!! juga untuk komen dan kunjungannya!

@asep canda : sama-sama juga mas.

@mas acrom : shoutmixnya aku cabut. akhir2 ini agak lelet blog saya!! thx udah berkunjung.

@Narti : makasih juga mba sudah mau singgah dimari!!

@sda : terima kasih!!

@ipin : terima kasih juga mas Ipin.

@heru : sama-sama mas heru.
@muchlisin : yep, terima kasih juga mas!!

@s-parenting : thank you!!

@lulus sutopo : sukses juga untuk mas lulus.!!

bliyanbayem mengatakan...

@Mba Nura : ya, sama-sama mba. saya juga masih belajar. semoga sehat-sehat saja ya!!

@Rumah Blogger : ya, semoga mas sehat selalu ya. terima kasih untuk kunjungannya.

@sabirinnet : saya juga takut ngebayanginnya!! :f :f

@alkatro : awas mas hati2 ngaburnya. entar kecebur kali. heheheheh....!!

@asep canda : yep, makasih mas!!

akhatam mengatakan...

Wah tips bagus... salam knal sobat...

NoRLaNd mengatakan...

Wew... thx de buat info na... Moga2 aku ga kena

Gusti mengatakan...

wah di Bali da rabies lg ya... :-e

phonank mengatakan...

Wah bikin ngeri juga yah....
apalagi sekarang lagi marak manusia digigit Anjing rabies...

waduh...
gaswat bangett....

Ngomong2...
mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau ditergent selama 10-15 menit,, beneran efektif yah..?
wah saya baru tau...

kok dicuci nya pakai detergen..? bukannya tambah panas yah..?

putra mengatakan...

Bahaya juga ya ,,
thanks infonya OM ,,
Salam kenal ...

anang mengatakan...

terima kasih mau berbagi ilmu nya mas...
INFO MOBIL | INFO ALAT KOMPUTER | INFO ASURANSI | TOKO KOMPUTER

blognya mas keren banget :)

bliyanbayem mengatakan...

@akatham : salam kenal juga mas!

@norland : yah, semoga sehat2 saja mas!

@gusti : iya bli gusti. makin marak nih kasusnya!

@Phonank : mungkin untuk mematikan kuman2 yang masuk lewat gigitan itu mas.

@Putra : terima kasih juga sudah berkunjung. salam kenal

@anang : ya terima kasih juga mas buat komennya!

rahmah mengatakan...

Mau Share Ya. Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit,termasuk Rabies , yg bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyataka dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com

semoga bermanfaat
Rahmah

junita mengatakan...

thxs ya informasi na....untng aja gw gk napa2 digigit anjing walaupun sngat sakit sekali...gk prnh gw rasakan....huft...nasib sial...

Poskan Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.