Bisu

Oktober 08, 2011

Malam larut semakin pekat
pintu kabut tertutup rapat
dan angin dingin seiring pengap
bersama hati yang tak mau lelap

Seribu malaikat telah kukirim
sampaikan pesan maaf
kepada dirimu yang memenjarakan kata
diam tak bicara
bisu tak menyapa
hanya mata yang nyalang menyimpan bara

Oh... sungguh tiada sanggup aku
sendiri memaku hati diatas salib dan peti mati
rasa sesal yang tak kunjung terbalas
tertutup kabut amarah dan bara emosi

Kenapa tak datang saja kau
koyak dadaku
cabut jantungku
lempar pada anjing disana
hingga terkapar aku
karena itu lebih baik
daripada kau diam membisu

BALI, 07 Mei 2011
02 : 27
.

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

2 comments:

Rawins mengatakan...

malamnya campur gula kali ya
makanya bisa larut
hehe

Family Garment mengatakan...

hALOO.. SALAM KENAL

MO NAWARIN DRSS NIH, SAPA TAU ADA MINAT.

VISIT ME AT : http://family-garment.blogspot

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.