Catatan Akhir Tahun Seorang Jomblo Part1

Desember 19, 2011

The Prologue

Hm.. catatan akhir tahun? apa yang bisa saya ceritakan ya? ditambah lagi dengan embel-embel "seorang jomblo". wah, makin seru aja. okelah, catatan saya ini tidak akan berisi hal-hal yang mengharu biru, kesedihan, atau rasa kesepian karena status jomblo. tidak! kita tinggalkan itu jauh-jauh. karena sejatinya jomblo itu bagi saya lebih mulia, lebih jujur, dan lebih bebas. Daripada punya pasangan tapi ujung-ujungnya bertengkar, cekcok, atau paling ekstrem lari dengan selingkuhan. ah, pasti bikin frustasi tuh. Dan saya akan sangat mengapresiasi teman atau sahabat yang bisa dengan lantang mengungkapkan bahwa, "SAYA JOMBLO DAN SAYA BAHAGIA". two thumbs up!


Oke, ngomong-ngomong soal catatan, jadi ingat waktu SMA dulu sebelum ujian pasti sudah menyiapkan yang namanya catatan kecil (ah, ngomongi aib sendiri. gubrak!). dan bagian pertama dari catatan ini tidak akan saya isi dengan tips-tips bagaimana menggaet wanita/pria idaman anda. kalo soal itu, bisa anda cari di google. banyak tuh berserakan. tinggal pilih satu, lalu dipraktekin. jangan dihapalin aja kayak anak SMA, yang ujung-ujungnya pas ujian nilainya hancur. Sudah bawa cerplekan, hancur pula nilainya. seperti, sudah jomblo dicuekin cewek pula. aaahhhh....

eiiittt, tunggu dulu! kenapa dua paragraf pertama tulisan saya ngalor ngidul. tidak jelas juntrungannya. okelah, mulai paragraf ini bakal serius dikit membahas tentang kejombloan. kenapa kita membahas kejombloan? karena bagi saya, jomblo ibarat kita sedang dalam posisi dilematis. di satu sisi kita bisa bebas, tak ada yang mengatur. tidak perlu telpon atau sms gebetan buat tahu dia dimana, dengan siapa, dan sedang berbuat apa (alaaahh... kok malah jadi ke kangen band larinya). nganter dan jemput dia, atau repot-repot bikinin tugas (ini khusus buat yang masih sekolah atau kuliah). tapi di sisi yang lain, kita ingin punya pasangan, yang bisa merhatiin kita, ngingetin buat sembahyang dan makan, dan bisa jadi tempat kita berkeluh kesah. hmmm... memang dilematis. but so far, selama saya menjalani yang namanya "STATUS JOMBLO", rasa dilematis itu bisa saya tekan hingga ke dasar perut bumi (wuih, bahasane rek). jadi selama setahun "NGEJOMBLO", hanya sesekali saya merasa kesepian. tapi bisa saya atasi dengan beberapa trik hasil perenungan dan meditasi saya di goa (kamar) selama 7 hari 7 malam (ah, lebbaaaaayyyyy....).

Mungkin untuk beberapa sahabat, status jomblo itu seperti aib yang harus ditutup rapat-rapat. caranya, ya dengan cepat-cepat mencari pasangan baru (weh, nyari pasangan kok kayak ganti sendal). ini sudah saya bukti sendiri dengan melihat beberapa teman (identitas dirahasiakan untuk kebaikan perkembangan mental si anak) yang sibuk mencari pacar baru padahal dia baru putus dengan pacar lamanya beberapa hari yang lalu. buset dah, nyari pacar kayak berburu tambang emas. bagitu putus langsung menentukan target berikutnya. ini nyari pacar apa berburu kang! ah, sudahlah. kita kembali ke topik utama ya..

Bagaimana caranya mengisi masa-masa kosong saat kita dalam "STATUS JOMBLO"? akan saya beberkan pada tulisan berikutnya dan kalau saya tidak tereleminasi dari facebook.



....to be continued!

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

1 comments:

Hidayat Budi Tranggana mengatakan...

wahaha.. pancen aeng aeng aja jomblo itu

visit my post
http://seorangdayadex.blogspot.com/2012/08/perbedaan-pacaran-ldr-dan-jomblo-by.html

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.