Perjalanan Awal Tahun (Part 2 - End)

Januari 19, 2012

Akhirnya baru bisa posting kelanjutan cerita yang kemarin. Perjalanan awal tahun. Setelah kemarin saya bercerita tentang Pantai Amed, sekarang saatnya melanjutkan cerita perjalanan touring awal tahun menyisiri bagian utara bali bersama rombongan sesepuh honda c-70.

Dari amed, kami lalu melanjutkan perjalanan ke kota Singaraja, Buleleng. Masih dengan menyusuri jalan-jalan di pesisir pantai timur dan utara bali. awalnya masih menyenangkan beriringan seperti anak itik yang akan pulang ke kandang. Tapi begitu memasuki wilayah Tulamben, hujan mulai mengiringi perjalanan kami. Awalnya masih berupa rintik-rintik air kecil. Kami terus saja melanjutkan perjalanan.

peta bali.jpg

TEJAKULA
Begitu memasuki daerah Tejakula, intensitas hujan sudah bisa dikatan membuat kami basah. dan karena dingin serta pakain yang sudah setengah basah (walau kami telah memakai mantel hujan) kami akhirnya berhenti sebentar di Tejakula. Kami memilih tempat di tepi tebing di atas perairan laut tejakula. Kebetulan ada warung kecil. Kami pun membeli minuman penghangat badan, yang disebut kopi (hehehehhe...). dari atas tebing saya memandang lautan di bawah yang penuh dengan karang. Andai saja tidak sedang hujan, mungkin akan terlihat indah dengan langit berwarna biru.

Kami cukup lama beristirahat di tejakula. namun karena hujan yang sepertinya tak mau berhenti, kami memutuskan melanjutkan perjalanan dengan ditemani hujan. Sebenarnya saya sangat suka perjalanan sambil hujan-hujanan. Terasa suatu sensasi yang berbeda. Perjalanan kami melawati beberapa daerah sebelum sampai di Kota Singaraja. Ada begitu banyak pemandangan pesisir pantai dan bukit-bukit yang indah andai kata hari itu tidak sedang hujan. Melewati wilayah air sanih, Kubutambahan, dan Sangsit (itu sejauh yang saya ingat. heheheh...) akhirnya kami sampai di Kota Singaraja. Dan di kota pun kami disambut oleh hujan yang begitu deras.

tejakula.jpg

tejakula.jpg

SINGARAJA
Kesan pertama saya dengan kota ini adalah kagum dengan luasnya. Kota saya sendiri, Gianyar, tak seluas kota singaraja. Mungkin hanya sepersepuluh luas kota Singaraja. Tapi sayang, karena hujan, tak sempat saya menikmati tempat-tempat yang menarik di Singaraja. Padahal seumur-umur ini adalah kunjungan pertama ke Singaraja. Ah, saya hujan tak mau kompromi. Dan karena hujan pula, akhirnya beberapa motor mogok.

Dengan kondisi ini, kami pun beristirahat sebentar. Sambil menunggu motor yang mogok selesai direparasi, saya dan beberapa teman menyempatkan diri untuk mencari minuman penghangat. Beberapa ada yang beli sandal jepit. termasuk saya sendiri. Dari tadi kaki sudah kedinginan di balik sepatu yang sudah basah.

singaraja.jpg

singaraja.jpg

MUNDUK
Setalah motor hidup kembali, dan karena hari sudah sore, kira-kira jam 5, kami pun melanjutkan perjalanan menuju seririt. Lalu balik pulang ke Gianyar lewat daerah perbukitan Munduk, tembus ke kawasan Danau Bratan. Di Munduk saya dibikin kagum dengan pemandangan perbukitan menghijau yang diselimuti kabut. Kalau dilihat dari atas bukit, kami seperti berada di atas awan karena kabut-kabut menutupi bagian pinggang dan kaki bukit. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Kami pun sempat berphoto ria.

Sampai di kawasan Danau Bratan (Bedugul), hari sudah gelap. Sudah jam 7 lewat. Rombongan kami terpecah. Ada yang lebih dulu, ada yang masih tertinggal di belakang. Suasana lalu lintas saat itu macet total. Gara-gara ada tebing yang longsor dan menututp sebagain badan jalan. Rombongan kami akhirnya bergabung kembali di daerah Baturiti. Dari sini kami pun pulang ke Gianyar lewat Sangeh lalu belok ke Ubud.

munduk.jpg

munduk.jpg

Sampai di Gianyar jam sudah menunjukkan pukul 09.30 malam. Sunggu perjalanan yang melelahkan. Apalagi diguyur hujan sejak di Tulamben hingga di kawsan Bedugul. Pakaian saya basah semua. Hingga ke celana dalam saya pun juga ikut basah. Tapi saya merasa sangat puas. Pengalaman pertama ikut touring benar-benar sangat berkesan. Membuat saya ingin lagi dan lagi. Di lain waktu saya akan ikut lagi.

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

2 comments:

Rawins mengatakan...

aku jadi pengen turing neh...
sayang dah ga punya motor lagi

#jadi kangen vixy...

rare angon mengatakan...

Om Swastiastu; Kegiatan yang mengasikkan dan teringat kembali masa lalu keliling Bali naik sepeda selama 1 minggu,...

Rahajeng Rahina Galungan dan Kuningan

Salam Rahayu
Help You See Beyond Reality

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.