Takdir Pertemuan

Januari 14, 2012

Sungguh jalan takdir tiada yang tahu. Tak satu pun dari kita yang tahu. Dan pertemuan saya yang kemarin dengan dia mungkin adalah bagian dari jalan takdir. Saya tak pernah menduga akan bertemu dengan dia lagi secara kebetulan di SPBU itu. Mungkin jalan takdir yang telah menentukan. Entah kenapa, dalam perjalanan ke tempat kerja, saya merasa perlu untuk singgah ke SPBU, padahal saya tahu bensin masih cukup untuk sehari penuh. Dan ternyata jalan takdir menyiapkan satu kejutan untuk saya.

Begitu masuk ke SPBU, saya langsung arahkan motor ke bagian pengisian premium untuk motor. Dan dia, masih duduk diatas motornya, tiba-tiba menoleh ke belakang. Dan begitulah, mata kami saling beradu pandang. Saya tepat berada di urutan di belakangnya. Dengan ekspresi seperti orang yang sedikit terkejut, dia tersenyum. Dia masih sama seperti dulu. Alis tebalnya, rambut panjangnya, senyum manis dengan lesung pipi, dan tutur bahasanya yang lembut. Lalu ia menyapa saya.


"Bli wayan?" sapanya dengan nada lembut.
"Putu?" balas saya dengan suara yang sedikit tercekat.
"Gih bli (iya bli). engken kabar'e bli (bagaimana kabarnya bli)?" balasnya lagi menanyakan kabar saya.

Saya yang masih sedikit tertegun karena tak pernah mabayangkan pertemuan ini. dengan suara yang masih sedikit tercekat, sambil menghirup pelan nafas, saya pun menjawab, "Bli baik-baik gen. Putu engken (putu gimana)?"

"Tiyang baik-baik gen mase bli (saya baik-baik juga bli). Wah, makelo ten ketemu gih (lama ga ketemu ya)!" balasnya pelan sambil tersenyum riang. Senyum yang dulu membuat saya selalu terbujur kaku bila memandangnya.

Lalu pembicaraan kamu pun berlanjut. Menanyakan kabar, keadaan keluarga masing-masing, dan segalanya mengalir begitu saja dalam obrolan kami yang singkat, yang tak lebih dari 5 menit itu.

Sebenarnya saya dan dia telah saling mengenal sejak kami masih anak-anak dulu. Begitu pun baik orang tua saya dan orang tuanya pun sudah saling mengenal baik. Dari sejak anak-anak itu kami menjalin komunikasi, hingga bersekolah di SMA yang sama. Dulu saya berharap kelak dia akan menjadi pendamping satu-satunya dalam hidup saya. Mungkin ini yang disebut dengan cinta pertama. Namun karena satu alasan, saya tidak bisa bersama dia. Dan sejak lulus SMA, kami pun berpisah. Saya masih dengan mimpi saya di Gianyar, dan dia dengan studinya di Yogya. Dan itu sudah 6 tahun lebih kami tak sekali pun bertemu, walau sesekali saya mengunjungi orang tuanya saat hari raya (saya cukup dekat dengan orang tuanya).

Mungkin banyak yang bertanya, apa ini akan menjadi awal baru bagi kami. saya berharap iya. tapi saya sadar jawabannya adalah tidak. Dari obrolan kami, saya tahu bahwa ia sudah bertunangan. Dan mungkin tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan. Belum lagi ada alasan dulu yang masih terkunci rapat di benak saya dan tetap menjadi tembok besar antara saya dan dia. Sungguh, jalan takdir memang penuh dengan kejutan yang tak kita ketahui.

Kemudian tiba gilirannya untuk mengisi bahan bakar. Saya tetap memandangnya lekat. Dan ia membalas dengan senyum ke saya sembari sedikit ngobrol dengan mbak-mbak petugas SPBU. Begitu ia selesai, tiba giliran saya. saya perhatikan ia merapikan sweeternya, memasukan dompet ke tas, dan mengunci kembali helmnya. Lalu berbalik menoleh ke saya dan berkata, "Tiyang dumunan gih bli (saya duluan ya bli)!"

"Nah, adeng-adeng di jalan (iya, hati-hati di jalan).
Salam ken Bapak jak Ibuk." jawab saya pelan

"Gih, bli (iya, bli). Tiyang dumunan gih. Senang bertemu bli lagi." balasnya masih dengan senyum itu.

Dengan anggukkan pelan saya mengiyakan. Dan dia pun berlalu bersama deru gemuruh di rongga dada saya. Tak sempat saya tanyakan nomor HP atau alamat FB karena 5 menit itu berlalu dengan begitu cepatnya. Dan ia harus bergegas ke tepat kerja. Saya hanya bisa tersenyum pada jalan takdir dan mendoakan yang terbaik untuk dia. Awighnamastu!


Beng,
Jumat, 13 Januari 2012.
.

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

2 comments:

Fajar mengatakan...

ehmm pertemuan..yang menggugah hati... larut terbawa didalamnya...

Pande Kadek Juliana mengatakan...

Mantabbb blognya pak yan,,, BTW,, ajahin raga pang ngdang mengelola tampilan/dasboard blog ragane pang lwungan dik,,,, hehehe

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.