Gepeng, Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap

September 02, 2010

Gepeng.jpg
Mungkin banyak dari kita yang pernah mengalami sering terganggu dengan ulah mereka. Yep, para gelandangan dan pengemis, Gepeng, yang sepertinya sudah menjamur di tiap-tiap kota. Mereka bisanya terlihat di pasar, jalan-jalan, stasiun, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Jika sudah waktunya, mereka akan segera mengeluarkan jurus andalan mereka yaitu telapak lima jari, menengadah sambil berkata, "Pak, minta pak". Atau kadang-kadang dengan dilengkapi peralatan mutakhir, kaleng bekas yang disulap menjadi brangkas penampung recehan. Yah, itulah potret kehidupan di sekitar kita. Tidak hanya anak-anak, banyak juga orang dewasa dan orang tua yang yang mengambil peran dalam profesi ini. Lalu apa yang mau dibahas?

Yah, saya hanya mau mengajak sahabat untuk sedikit merenungkan potret ini. Gepeng dengan segala tingkah polah yang menyertainya memang seperti mata pisau. Di satu sisi menyayat hati kita hingga timbulah rasa iba yang berujung suara recehan yang nyaring masuk ke kaleng. Tapi di sisi lain, mereka seperti parasit yang hanya hidup tergantung dari rasa iba itu sendiri. Saya bukannya bersikap skeptis atau apriori terhadap keberadaan mereka. Saya hanya sidikit kritis dalam menanggapi hal ini. Karena sering kali saya melihat gepeng yang sama di tempat yang sama. Sepertinya mereka menjadikan hal ini sebagai profesinya.

Pernah saya mengalami hal yang tak menyenangkan. Seorang ibu-ibu peminta datang kepada saya sambil menyodorkan telapak tangannya yang kotor. Tentu saja saya menjadi iba, karena teringat dengan ibu saya di rumah. Dan meluncurlah keluar beberapa uang receh dari kantong saya. Si ibu itu, entah bagaimana, saya meresa dia enggan menerima pemberian saya. Tapi diterimanya juga. Dan yang membuat saya merasa tidak nyaman, juga sedikit jengkel pada akhirnya, adalah si ibu itu menerima uang recehan itu tapi sambil berkata, "Nggak ada seribu ja, dik". Yep, sekita saya kaget. Si ibu ini seperti melakukan tawar menawar dengan saya. Dan untungnya saya masih bisa menahan emosi, dengan sabar saya jawab, "Maaf bu, saya hanya punya itu saja".

Recehan.jpg
Yang memebuat saya heran apakah memang begitu yang terjadi selama ini. Entah sahabat pernah mengalaminya atau tidak. Dan yang membuat saya sedikit merenung adalah kondisi fisik ibu itu. Bukannya seperti kebanyakan gepang yang biasanya tubuhnya kurus dan kotor, si ibu ini kebalikannya. Tubuhnya lumayan berisi kalau tidak bisa disebut gemuk, lumayan bersih menurut saya, dan sepertinya terawat baik. Saya heran, ibu saya yang kurus dan sering sakit-sakitan saja masih semangat bekerja untuk tetap membuat dapur rumah kami mengepul. Tapi si ibu ini kok malah jadi peminta-minta. Padahal dengan kondisi fisik seperti itu tidak susah baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kalau seperti itu, bagaimana kita seharusnya bersikap? Apakah tetap mengeluarkan receh kita, atau kita abaikan saja? Saya sendiri masih bingung. Dan bukan sekali dua kali saya mengalami situasi seperti itu. Bertemu dengan gepang yang kondisi fisiknya lebih baik dari ibu saya. Saya jadi sedikit kritis dalam mengeluarkan receh saya. Jika anak-anak dan orang tua yang notabena sudah tidak sanggup bekerja lagi, baru saya bisa mengeluarkan receh. Tapi jika situasi seperti yang saya ceritakan tadi, tangan ini seperti berat untuk mengeluarkan receh dari kantong. Apakah saya salah jika bersikap seperti ini? Dan bagaimana sikap sahabat jika ada dalam posisi saya?

Artikel Terkait Dengan Kategori :



Share this article on :

42 comments:

harto mengatakan...

kebanyakan dikota jadi gepeng, dikampung jadi boooosss. tapi biar bagaimanapun tetap saja bikin susah. lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah

ucapan yang sama : met lebaran mohon maaf lahir batin

narti mengatakan...

memang kita kadang malah bingung sendiri menghadapi mereka.
kalau tidak begitu, ketika kita memberi receh ke satu orang, lantas datanglah banyak orang untuk minta juga.
kayaknya memang ada yg mengoordinasi, tapi ya wallahualam.....
semoga niat kita memberi/membantu mereka ikhlas...

mohon maaf lahir dan batin ya, selamat berlebaran.

sda mengatakan...

selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Ferdinand mengatakan...

ya bukan Sudzon sih cuma rata2 ya gtu Sob.. malah waktu itu ada yg pura2 mau mudik eh cuma muter2 naik Angkot doank bilang gak punya uang untuk ke kampung...

seharusnya gmn ya seharusny kita ngasih dan gak usah diperduliin dlu mereka beneran atau nggak biar urusan mereka sama Tuhan aja klo cuma nipu hhe...

aku Follow sekalian ya Sob..(DJ Site)... Follow balik ya thnx

John Terro mengatakan...

jika kamu ga ikhlas, mending ga usah diberi gan
toh percuma

edd k mengatakan...

ikuti kata hati aj bro.. bner kata sobat john terro, yg ptg ikhlassss..hehehe..

Rizky2009 mengatakan...

kalau gepengnya dah tua sih mungkin masih bisa di maklumin lah kalau gepengnya masih muda2, gima coba sangat2 menggang, apalagi mereka masih muda masih kuat bekerja, kok minta2, enggak deh kl aq

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yah makanya jadimalas ngasih ke mereka. kadang mereka tuh bukannya gak punya uang, tapi malas kerja.

takuya mengatakan...

hebat ya si ibu pengemis itu, dikasih recehan malah minta yg lebih gede, padahal masih sanggup kerja, ..
X( keterlaluan.

Ipin's cool mengatakan...

Gepeng dadakn mau lebaran biasanya banyakk tuhh..!

asalkan kita jangan menghardik para gepeng tsb , mereka juga manusia..!pada saat penertiban gepeng jangan samakna mereka kaya binatang main seret seret saja

Mat Odis mengatakan...

Tangan di atas lebih bailk dari pada tangan di bawah
met idul fitri 1431H

-Gek- mengatakan...

betul kata Mba Fanny. Pa lagi di Bali, yang susahnyaaaaa minta ampun nyari PRT... banyak lapangan pekerjaan.........

Gepeng, enyahlah!

bowling mengatakan...

bener to bro.... emang bikin susah aja ya...

kayak ada yang mengkoordinasi... hehehhhe...

bliyanbayem mengatakan...

@harto: hehehe... emang bener gitu ya ma? :?

@narti: nah, itu juga sering saya alami. terutama yang anak-anak. satu dikasih, yang lain ngikutin.

@sda : selamat lebaran juga.

@Ferdinand : thanks buat follownya mas.

@John terro : enggih2 mas. matur nuhun... :$

@Edd k: yep.. thanks bro!

@Rizky2009: ya... saya juga gitu.

@Fanny: apa emang git ya mba?

@Takuya: yang itu saya setuju banget... :-r

@Ipin: tenang aja mas, saya gak pernah gitu. thanks.

@Mat Odis: selamat lebaran juga mas.

@-Gek-: wuih... kejam banget tuh kata-katanya. heheheh....

@Bowling: yep bro... thanks!!

oempak mengatakan...

emg kenyataan seperti itu, banyak skali gepeng yg hanya memakai modus seperti itu untuk mencari uang recehan, pdhl sbrnarnya di kampung halaman nya org itu mempunyai kehidupan yg berkecukupan

suwune mengatakan...

Gepeng kasihan aja...

Lebaran tinggal bentar lagi, Aku hanya bisa ucapkan :
Minal‘Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Satukan tangan, satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi

Satu Syawal menjelang tiba,
Takbir bergema mengetarkan jiwa,
Sekiranya ada salah dan dosa,
Ampun dipinta dihari mulia.
SuWuN

TUKANG CoLoNG mengatakan...

yes ketemu blogger bali lagi. hehe

kalo saya mending jangan dikasi. sama aja memanjakan. prnah ada pengelaman, pas ada gepeng saya mau ajak kerja dirumah, eh dia nolak, berarti dia emang manja 8-|

Bejo mengatakan...

betul betul betul
sekarang mah jamannya gepeng transaksi (maksudnya gepengnya bertransakasi). sudah berkali kali liat gepeng minta uang lebih.

Kalau menurut human, bertanyalah dulu, bila cocok, kasih kemudian.

salam human. hahaha
trims sudah mampir

Bejo mengatakan...

@tukang colong: adminnya orang bali tho?
betul gak kang admin?

Vina mengatakan...

Wah, saya pernah mengalami kejadian serupa, bingung juga, nggak ngasih, kita kasihan, mau ngasih, tapi rasanya gimanaaa gitu,
habisnya sepengetahuan saya, kebanyakan fisik mereka masih kuat, tapi kok malah milih profesi seperti itu

Membahas ini memang g ada akhirnya,

anyway, salam kenal :)

kiky_rose mengatakan...

yang dibuthkan bangsa ini adalah kesadaran akan dirinya sendiri untuk membangun etos kerja^^

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
ehm sangat memberikan inspirasi bagui saya oh iya dah saya follow maaf telat ya mas..good luck

Reza Saputra mengatakan...

lebih baik kita berikan kepada orang yang membutuhkan tapi tidak meminta, karena dialah orang yang mandiri tanpa harus mengemis kepada orang lain

tomo mengatakan...

Gepeng menjamur bikin resah masyarakat saja.
Met lebaran kawand

FaiS mengatakan...

teriring salam dan doa sebari mengucapkan mohon maaf lahir batin.
Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat hari raya idul fitri.

BRI Jakarta Veteran mengatakan...

dari penampilan sedikit-banyak kita bisa menduga dan tentu saja dengan segala keterbatasan yg ada kita berusaha untuk memberi kepada "yang tepat".

Rumah Imajinasi mengatakan...

Saya juga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1431 H.
Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin..

and salam kenaL juga...

anggar berkawand mengatakan...

اَللّهُ
اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْ

Minal Aidin Walfa'idzin ,,
...Slamat Idul Fitri 1431 H Mohon Maaf Lahir & Bathin

maul mengatakan...

wah.. bener tuh... pusing juga ya menghadapi yg kyak gituan..... :$

Puguh Prasetyo mengatakan...

harusnya kita berprinsip "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" dengan prinsip itu mungkin ga ada lagi profesi gepeng, karena tiap2 org berusaha bekerja keras dan pantang meminta2...

Ipin's cool mengatakan...

Perawatan ac mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H,
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum.
kullu amien wa antum bi khoir
Mohon maaf lahir dan batin .

fajar mengatakan...

wah...gepeng kadang malah lebih kaya dari orang yang bekerja...hal ini pernah aku dengar dari cerita seorang sopir taksi.... thank telah berkunjung salam kenal ...

icad mengatakan...

kalo mo ngasi ya kasih aja :-)

moenas mengatakan...

makin lama negara kita makin banyak ja orang tak mampu, pemerintah hanya bisa ngomong "mengentaskan kemiskinan"padahal hasilnya nihil hik..hik...

met hari raya idul fitri ya brow

kebookyut mengatakan...

kalo keboo liat2 jg yg minta... kalo bener2 layak dikasi karena kerjapun gak bisa, ya dikasi...

Herdoni Wahyono mengatakan...

Sampai saat ini masih ada jutaan rumah tangga miskin di Indonesia. Pemerintah telah meluncurkan dana dan kegiatan penanggulangan kemiskinan dalam jumlah yang tidak sedikit. Dibutuhkan peran dan partisipasi semua pihak dalam menuntaskan masalah ini.
Kota besar utamanya, diantaranya mengalami masalah gelandangan dan pengemis. Sering kita temui di perempatan lampu merah, tempat ibadah, dan lainnya. Ada yang betul-betul tidak berdaya, sudah tua, sakit-sakitan, namun ada juga yang masih muda, sehat dan kuat untuk bekerja. Dilematis juga menghadapi mereka.
Kita memang harus bijak menghadapinya. Semoga masalah sosial ini mendapatkan perhatian lebih dari kita semua.

komunitas motor mengatakan...

kalo menurut ustadz saya yang pengetahuannya lebih diatas saya, memberi sedekah itu semampu kita dan yang pasti harus kita niati dengan ikhlas.
gw pernah ngalamin kejadian seperti anda juga sobat,cuman kasus saya agak berbeda.
-suatu ketika di jalan ada pengamen dan pengemis meminta minta ke saya, dengan tegasnya "saya tidak memberikan uang sepeserpun" kenapa saya lakukan itu sobat, karena saya melihat pengamen dan pengemis itu mabuk2an di pinggir ruko. saya bukannya pelit,tapi saya takut uang saya digunakan hal-hal yang haram. mending uang saya,saya buat beli sarung dan saya berikan ke yatim piatu atau saya sumbangkan di masjid daripada dibuat beli barang2 yg ga jelas misalnya alkohol atau judi. apalagi saya anak kos, kadang2 duit juga pas2an....hehehe..:D

oiya mohon maaf lahir batin ya buat admin dan semua sahabat blogger disini..^_^

bliyanbayem mengatakan...

@All : terima kasih ya buat kunjungan dan komen-komennya. maaf saya tidak bisa membalas satu-satu. mohon bimbingannya juga ya! :-k :-k

Rhein mengatakan...

Jujur ya... saya sekarang lupa kapan terakhir kali ngasih duit ke para Gepeng itu. Kenapa? Ya karena emang sikap mereka yang parasit. Bukannya pelit dan kikir. Tapi saya lebih ikhlas berinfak sama si bibi di rumah yang emang bener2 bantuin saya dan butuh biaya untuk pendidikan anak2nya. Atau tukang sapu jalanan dan tukang asongan yang benar2 mereka itu kerja..

days of being dumb mengatakan...

repot juga kalau yg ngasih udah ikhlas, eh yg dikasih malah ga ikhlas. hidup itu keras, jenderal! :-c

Saif Tips Komputer mengatakan...

Tidak ada alasan untuk berbuat baik, mungkin ini ujian keikhlasan buat kita. Siapa tahu mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang dikirim untuk menguji diri kita, tahukah kita bahwa mereka yang gemuk itu tidak lebih butuh dari yang kurus? tahukah kita bahwa yang lapang itu tidak lebih butuh dari yang sempit? So, positive thinking, saat mereka menengadahkan tangan kepada kita, berarti mereka butuh. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menolong mereka, toh tidak berkurang sedikitpun sedekah dari kita (maa naqoshot shodaqotun min maalin, al Hadist Rasulullah) :-)

bliyanbayem mengatakan...

@saif : ya... terima kasih mas untuk masukannya.. ^_^

Posting Komentar

Silakan bagi sahabat yang ingin berkomentar, memberi kritik, dan saran sebagai apresiasi dalam tulisan ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menghormati apapun bentuk apresiasi yang sahabat berikan. Terima kasih!!

 
© Copyright 2009-2011 bliyanbayem All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.